Tuesday, July 7, 2020
Resume Kuliah Online Senin , 6 Juli 2020
Saturday, July 4, 2020
Resume Kuliah Online Jum'at 3 Juli 2020
Thursday, July 2, 2020
Resume Kuliah Online Rabu, 1 Juli 2020
Resume Kuliah Online
Rabu,
1 Juli 2020
Mahayu
Solina Yuda
Memasuki pertemuan kuliah online ke –
14, tema di Kelas Belajar Menulis semakin menarik, Tema yang diambil pada malam
hari ini adalah Freewriting, dengan narasumber Bapak Firman Suwarya. Seorang
guru TIK di SMP Unggulan Sindang Indramayu. Selain sebagai guru, beliaun juga
aktif menulis buku informatika untuk jenjang SMP. Sungguh menginspirasi!
Materi yang beliau bawakan adalah
tentang Freewriting. Apa itu Freewriting? Menurut Bapak Firman, freewriting
adalah teknis menulis cepat tanpa hambatan. Terkadang, dalam menulis, kita
sering mengalami hambatan berupa takut salah, kehabisan ide, dan lain – lain.
Nah, dalam freewriting, kita menulis
dengan cepat begitu ide muncul di pikiran kita. Harus, saya akui, saya sering
melupakan ide yang muncul jika tidak langsung saya tulis. Jadi ini sangat
relevan dengan situasi saya.Menurut Bapak Firman, itu adalah penyakit yang
diderita hampir semua penulis, baik baru maupun handal. Menulis itu adalah kegiatan yang membutuhkan
waktu dan ide. Tidak mudah. Jadi seorang penulis menurut saya sangat perlu
melakukan freewriting. Sebab, jika
tidak, ide – ide kita akan menguap begitu saja, dan malah tidak ada karya yang
dihasilkan. Lalu bagaimana mengatasi hal tersebut? Ada hal – hal yang bisa kita
lakukan, diantara lain:
1.
Segera menulis begitu ide muncul di pikiran. Dimanapun, dan kapanpun.
2.
Lupakan ide yang sudah dilupakan.
3.
Selalu sediakan waktu untuk menulis, bukan hanya meluangkan waktu.
4.
Menulislah secara konsisten dan kontinu.
5.
Untuk menghasilkan tulisan yang baik, menulislah apa yang ada di dalam hati dan
pikiran.
Kesimpulan yang didapat dari kuliah
online hari ini adalah: Rasa bosan, kehabisan ide, dan malas adalah penyakit
yang bisa menghalangi kita untuk berkarya. Dan itu diderita hampir semua orang,
termasuk penulis. Tapi jika kita punya tekad untuk terus berkarya, maka kita
harus mengatasi halangan tersebut. Jadi, mari terus menulis sampai kita mampu
menghasilkan buku yang menginspirasi!
Tuesday, June 30, 2020
Resume Kuliah Online Rabu, 29 Juni 2020 Mahayu Solina Yuda
Resume Kuliah Online
Senin 29 Juni, 2020
Mahayu Solina Yuda
Saya merasa kagum dengan narasumber kuliah tanggal 29
Juni 2020. Beliau bernama Dra. Betti Risnalenni, M.M. Beliau bukan hanya
seorang guru, tapi juga pendiri Kelompok Belajar (KB), TK, dan SD Insan Kamil.
Pada sesi tanya jawab, saya sempat bertanya pada beliau tentang motivasi awal beliau
mendirikan sekolah. Beliau menjawab bahwa yang memotivasi beliau adalah
keinginan agar siswa yang kondisi ekonominya terbatas bisa bersekolah di tempat
yang bagus. Di Insan Kamil, anak yatim dan kurang mampu bebas biaya sekolah.
Saya sangat kagum dengan sifat filantropis beliau.
Ibu Betti mulai membuat sekolah pada tahun 2003, dan
hingga hari ini, beliau mengelola jenjang KB, TK, dan SD. Terlepas dari
keuntungan, Ibu Betti merasakan banyak manfaat dan prestasi dari mendirikan
sekolah tersebut. Beliau bisa menjadi Kepala Sekolah Berprestasi, dan Juara Entrepreneur
Tingkat Jawa Barat untuk kalangan guru PAUD. Bukan hanya itu, relasi dan
pertemanan beliau juga jadi meluas, belum lagi wawasan dan pengetahuan yang
bertambah.
Selanjutnya, beliau juga menyampaikan tentang bagaimana program
belajar selama pandemi COVID – 19. Pada dasarnya, kegiatan belajar di sekolah
Ibu Betti sama dengan sekolah lain. Dilaksanakan secara daring meski lingkungan
beliau berada di Zona Hijau. Sekolah beliau juga menugaskan siswanya kegiatan
rumah (life skill dan karakter). Hasilnya,
banyak siswa beliau malah merindukan kehidupan sekolah yang normal. Dalam sesi
tanya jawab, beliau juga memberi tips agar anak – anak tidak ketergantungan
pada ponsel di masa pandemic seperti sekarang. Menurut beliau, penugasan lewat
ponsel harus ada pendidikan karakter. Di sini, orang tua dan guru perlu
berkolaborasi. Anak – anak hanya diperbolehkan mempergunakan ponsel hanya untuk
berkomunikasi dengan gurunya, dengan batasan waktu 15 – 30 menit. Hal ini
menurut saya sangat penting untuk dilakukan. Di zaman serba digital ini, banyak
sekali anak – anak menyalahgunakan ponselnya. Mulai dari bermain game selama berjam – jam, mengunggah
sesuatu yang tidak pantas diunggah ke sosial media, dan masih banyak lagi.
Padahal fungsi ponsel tidaklah sebatas hal – hal itu saja. Di masa pandemic seperti
sekarang, anak – anak perlu diajarkan menggunakan ponsel dengan baik, sehingga
hidup mereka tidak diatur oleh ponsel, tapi merekalah yang yang harus mengatur
penggunaan ponsel.
Dari pertemuan hari ini, saya dapat menyimpulkan bahwa
memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan guru berkolaborasi dengan orang tua
siswa sangatlah penting. Tanpa kedua hal tersebut, suatu institusi atau lembaga
tidak akan berjalan dengan baik. Dari Ibu Betti, saya juga belajar tentang
pentingnya memiliki kepekaan sosial dan dedikasi untuk melayani masyarakat.
Saya percaya, dua hal tersebutlah yang menjadi karakter Ibu Betti sehingga
beliau sukses mendirikan yayasan dan sekolah. Terima kasih atas ilmunya, Ibu
Betti.
Saturday, June 27, 2020
Resume Kuliah Online Jum’at , 26 Juni 2020 Mahayu Solina Yuda
Thursday, June 25, 2020
Resume Kuliah Online Rabu, 24 Juni 2020 Mahayu Solina Yuda
Resume
Kuliah Online
Rabu, 24 Juni 2020
Mahayu Solina Yuda
Materi dan pemateri pada hari ini sangat menarik.
Narasumber kuliah kali ini adalah Bapak Dedi Dwitagama. Seorang guru Matematika
di SMKN 50 Jakarta yang aktif menulis di blog sejak tahun 2005. Beliau
mendokumentasikan perjalanan beliau dari Sabang sampai Merauke dan beberapa
negara di sebuah blog. Hal itu sangat luar biasa menurut saya, karena tidak
semua orang memiliki kesempatan untuk bepergian ke berbagai tempat yang
disukainya. Saya benar – benar terinspirasi oleh beliau.
Beliau mengawali kuliahnya dengan memberi informasi
tentang blog. Media blog adalah media menulis yang dimiliki oleh Pyra Labs
sebelum diakusisi oleh Google pada tahun 2002. Pak Dedi mengawali kegiatan
menulisnya di blog pada tahun 2005 sebelum akhirnya hijrah ke Wordpress pada
tahun 2007. Dalam 13 tahun, Pak Dedi telah menulis lebih dari 4100 artikel,
dilihat hampir 2 juta kali dengan pengunjung hampir 600.000. Sungguh luar
biasa. Beliau merasakan banyak manfaat dari blog yang beliau kelola. Diantaranya:
Sebagai media untuk mendokumentasikan kegiatan, perjalanan, ide – ide,
keresahan, atau apapun yang bisa disampaikan secara lisan atau hal yang tidak
bisa disampaikan kepada siapapun. Selain, aktif ngeblog, beliau juga gemar akan
fotografi. Hasil dokumentasi foto beliau bisa dilihat di https://fotodedi.wordpress.com.
Dari kuliah malam ini, saya bisa belajar bahwa kita bisa mengekspresikan
segala ide, pemikiran, keresahan, dan kritik dengan cara yang sehat. Menulis di
blog, fotografi, melukis, atau apapun yang menjadi ketertarikan kita. Hal itu
mungkin terasa kecil, tapi bukankah hal – hal besar di dunia dimulai dari hal
yang kecil? Dengan mengekspresikan diri
dengan cara yang benar, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih baik,
berpikiran terbuka, dan empatik. Jika kita mampu seperti itu, saya yakin, dunia
akan menjadi tempat yang lebih indah untuk dihuni.
Tuesday, June 23, 2020
3 Hal Manfaat dari Kegiatan di Grup Belajar Menulis
3 Hal Manfaat dari Kegiatan di Grup Belajar Menulis
Saya mengikuti Kegiatan Belajar Menulis ini bisa dibilang
belum terlalu lama. Awal bergabung, saya berpikir bahwa kegiatan unik sekali.
Menggunakan WAG sebagai sarana komunikasi kuliah. Saya mempunyai sebuah blog.
Namun karena kesibukan saya, saya mengabaikan blog tersebut dan jarang menulis
di sana. Dengan mengikuti kegiatan ini, saya merasakan banyak sekali manfaat.
Saya akan meringkasnya menjadi tiga saja.
Pertama, saya bisa kembali menuangkan pemikiran dan
perasaan saya lewat tulisan blog. Sejak kecil saya suka menulis di buku harian
atau membuat cerita pendek di sebuah buku. Ke depannya, saya harapkan saya bisa
melakukan hal yang sama di blog saya. Saya juga akan belajar mengelola blog
saya dengan baik dan membuatnya lebih menyenangkan untuk dibaca.
Kedua, saya bisa bertemu guru – guru hebat dari seluruh
penjuru Indonesia dan hal itu secara otomatis menambah wawasan saya sebagai
seorang guru. Banyak sekali guru – guru yang tulisannya saya kunjungi menginspirasi
saya dan menambah ilmu saya. Belum lagi dengan para narasumber yang sangat luar
biasa dan selalu membagi ilmu dan pengalamannya secara tulus Hal itu juga
mempengaruhi gaya penulisan saya agar lebih baik lagi.
Ketiga, saya jadi tahu tentang dunia menulis dan tips
untuk menerbitkan buku dari para narasumber. Menerbitkan sebuah buku memang
menjadi keinginan saya sejak lama dan saya harap, nantinya saya bisa menjadi
penulis hebat seperti narasumber kami.
